Masuk Pertengahan Tahun, Separo Target BP2D Sudah Terpenuhi

Berita

MALANG- Progress signifikan ditunjukkan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang jelang menapaki pertengahan tahun 2017. Dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp 315 Miliar yang dibebankan untuk tahun ini, capaiannya kini sudah mencapai rata-rata di atas 50 persen.

Mengacu data yang telah dihimpun BP2D hingga pertengahan Juni 2017, dari sektor Pajak Hotel yang memiliki target Rp 30,68 Miliar, telah masuk penerimaan senilai Rp 18,49 Miliar. Artinya, prosentase capaian dari target telah mencapai 60,29%. Dari jumlah sebanyak itu, kelompok hotel dengan klasifikasi bintang 4 menyumbang pendapatan terbanyak senilai Rp 8,6 Miliar.

Dari Pajak Restoran dengan target Rp 38,47 Miliar, telah masuk penerimaan sejumlah Rp 24,92 Miliar alias capaian 64,78% dari target. Sedangkan dari sektor Pajak Air Tanah dengan target Rp 600 juta, sudah masuk penerimaan Rp 376 juta atau pencapaian 62,79%.

Beralih ke sektor Pajak Hiburan yang memiliki target Rp 6,04 Miliar, penerimaan sampai pertengahan Juni lalu telah menyentuh angka Rp 3,82 Miliar atau prosentase capaian sampai 63,27%. Dari sektor pajak ini, penerimaan terbesar dari usaha film, bioskop dan VCD yang menyumbang setoran Rp 1,7 Miliar.

Untuk Pajak Reklame, telah masuk penerimaan senilai Rp 11,54 Miliar. Artinya, dari target sebesar Rp 19,17 Miliar untuk tahun ini, telah tercapai 60,22%. Lalu dari Pajak Penerangan Jalan yang ditarget Rp 45,6 Miliar, sudah masuk penerimaan sebesar Rp 25,76 Miliar alias 56,5% capaian dari target.

Hasil signifikan juga terlihat dari sektor Pajak Parkir. Dari target Rp 4 Miliar, penerimaan sampai pertengahan tahun ini sudah Rp 2,58 Miliar alias mencakup capaian 64,48%. Lalu dari Pajak Air Tanah dengan target Rp 600 juta, penerimaan sudah menapak nominal Rp 376 juta atau capaian 62,79%.

Tak kalah memuaskan penerimaan dari Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sampai pertengahan Juni saja, prosentase capaiannya sudah menyentuh angka 50,85% . Hal itu hasil dari penerimaan sebesar Rp 57,74 Miliar dari nilai target sebesar Rp 113,5 Miliar.

Menilik tren tahun-tahun sebelumnya, setoran PAD dari sektor BPHTB masih mungkin meningkat pada akhir tahun karena kecenderungan masyarakat alias Wajib Pajak melakukan transaksi pada masa triwulan terakhir.

Bahkan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan yang masa jatuh temponya pada 31 Juli mendatang, penerimaannya sejauh ini sudah mencapai Rp 26,23 Miliar. Dari target sebesar Rp 56,86 Miliar yang dibebankan, artinya capaian sudah menginjak 46,12%. Jumlah tersebut biasanya langsung meningkat drastis jelang berakhirnya masa jatuh tempo akhir bulan ini.

Sementara itu, dari penerimaan pendapatan denda yang tercatat sampai pertengahan Juni 2017, BP2D mendapat tambahan di kisaran Rp 104 juta. Dengan begitu, ditambah penerimaan dari sembilan jenis pajak daerah, sudah masuk Rp 172,7 Miliar ke kas daerah. Jika dihitung dari total target Rp 315 Miliar, berarti kekurangan yang harus dipenuhi tinggal Rp 143,5 M.

Menilik indikator tersebut, Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT, optimis target Rp 315 Miliar dapat tercapai pada waktu tutup buku 2017.

“Bahkan bisa saja sebelum akhir tahun sudah melampaui target,” tuturnya optimis.

Keyakinan Ade bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama empat tahun belakangan BP2D yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) memang selalu dapat memenuhi target dengan catatan memuaskan, bahkan selalu melampaui target dengan nilai progresif.

“Artinya kami harus tetap bekerja keras menjalankan langkah-langkah intensifikasi maupun ekstensifikasi, serta terus memetakan potensi yang masih bisa digali. Berbagai inovasi dan gebrakan akan terus kami geber hingga akhir tahun nanti,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Mantan Kabag Humas Penmkot Malang ini tak lupa mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat Kota Malang untuk memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya.

“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Malang, utamanya para Wajib Pajak yang telah dengan penuh kesadaran memenuhi kewajibannya. Hal ini semakin memacu kami untuk semakin meningkatkan produktivitas kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat,” tandas pria yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh olahraga nasional ini.

Apresiasi juga disampaikan oleh Walikota Malang, H Moch Anton. Menurut pemilik kursi N1 ini, tingginya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak langsung berimplikasi positif kepada masyarakat sendiri.

“Karena penerimaan uang pajak bermuara untuk kepentingan masyarakat Kota Malang juga. Yangmana nantinya dikembalikan dalam bentuk program-program dan proyek pembangunan untuk memajukan Kota Malang serta demi kemakmuran masyarakat Bhumi Arema dan menunjang program mewujudkan Kota Malang Bermartabat,” papar Abah Anton, sapaan akrabnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu lantas mencontohkan bentuk program dan pembangunan yang dimaksud, semuanya demi sebesar-besarnya pembangunan daerah dan kemakmuran warganya.

“Jadi infrastruktur jalan, jembatan, drainase sampai ke pembangunan taman-taman kota bahkan sektor pendidikan dan bantuan sosial itu dibiayai dari uang pajak yang dibayar oleh masyarakat Kota Malang,” tegas Abah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.