Launching Buku, BP2D Bocorkan 40 Jurus Rahasianya

Berita

MALANG- Menjadi garda terdepan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD), utamanya dari sektor pajak, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang terbilang sukses menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Tren peningkatan realisasi target selama empat tahun terakhir jelas bukan kerja sistem kebut semalam. Berbagai terobosan dan inovasi tak henti dikreasi untuk menggenjot upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Tak tanggung-tanggung, sudah 40 ‘jurus’ digeber untuk mewujudkan sistem pelayanan prima yang transparan, akuntabel dan partisipatif.

Sukses utama yang patut diapresiasi tentu saja menyangkut keberhasilan meningkatkan kesadaran para Wajib Pajak (WP) untuk memenuhi kewajibannya.

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT mengungkapkan, hal ini tak lepas dari efektifitas kinerja para petugas pajak serta sinergi lintas sektoral yang baik antara pemerintah daerah beserta jajaran samping dengan para stakeholder pajak.

“Selain itu, tentu saja tak lepas dari tingkat kesadaran WP yang luar biasa tinggi. Terima kasih kepada warga Kota Malang,” tutur Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Nah, kiat-kiat, program dan inovasi apa saja yang menjadi andalan OPD eks Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) itu telah terangkum secara gamblang dalam buku dan video ’40 Jurus BP2D Kota Malang’.

Dalam buku setebal 110 halaman dan video berdurasi 11 menit 53 detik tersebut, dijelaskan secara runut berbagai terobosan BP2D mulai dari sebagai kota pertama di Indonesia yang menerapkan pajak online sejak akhir tahun 2013 lalu, menerapkan sistem jemput bola ke tengah masyarakat melalui kegiatan Tax Goes to School, Campus, Mall dan Kampung, hingga memberi sarana edukasi perpajakan melalui mobil Tax Online Keliling.

Di samping itu, BP2D juga menggeber program Sunset Policy yang berlangsung sampai dua jilid, membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lima kecamatan, sampai melaunching Tim Saber Mafia Pajak untuk memberantas praktik kecurangan oknum makelar pajak daerah. Serta masih banyak lagi inovasi yang tentunya bisa jadi acuan bagi institusi lain.

“Lewat buku dan video ini, kami bukan hanya sekadar melaporkan secara transparan tentang berbagai kegiatan terobosan di bidang pelayanan perpajakan daerah kepada masyarakat dan juga mengedukasi masyarakat tentang sistem perpajakan daerah. Lebih dari itu, kami juga berharap bisa menginspirasi pemerintah daerah lain sekaligus sharing ilmu terkait inovasi-inovasi yang dapat diterapkan untuk menggenjot PAD dari sektor pajak,” beber Ade yang juga dikenal sebagai musisi dan tokoh lintas komunitas.

Leave a Reply