Dispenda dan Lintas Komunitas Gelar Arema Berdzikir-Bersholawat IV

Umum

Bacaan shalawat menggema dari Jalan Raya Sawojajar tepatnya dikawasan ruko Sawojajar Mas WoW, Kota Malang. Lantunan dzikir dan shalawat yang dibacakan bersama-sama oleh ribuan jamaah yang hadir dalam rangkaian acara Arema Berdzikir IV. Kegiatan ini digagas Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) Kota Malang bersama Komunitas d’Kross dan Jamaah Al-Khuraidhoh. Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Malang Moch.Anton, Kadispenda Kota Malang Ir.H.Ade Herawanto MT, Komunitas d’Kross serta ribuan Jamaah Al-Khuraidhoh beserta masyarakat sekitar.

 

Kadispenda Kota Malang Ir.H.Ade Herawanto MT mengungkapkan, kegiatan yang sudah empat kali diadakan selalu menarik antusias masyarakat Malang dalam jumlah besar. Bahkan, jumlah jamaah setiap gelaran acara seperti ini juga mengalami peningkatan. “Alhamdulillah”, peningkatan jamaah menunjukkan cinta kepada Nabi Muhammad semakin tinggi,katanya.
Selain itu dengan bertambahnya jumlah jamaah juga menunjukkan tingginya kerukunan antar sesama. Disamping itu, kegiatan yang selalu menghadirkan penceramah kondang itu disinyalir mampu mengatasi gerakan-gerakan Islam radikal. “Melalui tokoh-tokoh agama,kami berharap ada penelusuran nilai-nilai agama yang dianut masyarakat agar tidak menjadi terorsis dan mengancam keselamatan bersama,” terangnya.
Sementara itu, Walikota Malang Moch. Anton menuturkan, kegiatan semacam ini bisa meningkatkan hubungan erat antara Pemerintah dengan masyarakat. “Perlu dicontoh instansi lain apa yang sudah rutin dilaksanakan oleh Dispenda dibawah komando Pak Ade ini,” ujar Anton.

Dalam kegiatan tersebut,Wakil Talqim Tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyyah (TQN) Suryalaya Wilayah Indonesia Timur KH.Moch Ali Hanafiah Akbar menjelaskan makna dari Isra’ Mikraj yang menjadi salah satu tema besar kegiatan. “Dalam setiap peringatan Isra’ Mikraj yang perlu dipahami yaitu bagaimana tatacara shalat dan mempermudah diri untuk melakukan dzikir,”tuturnya.
Sementara salah satu penceramah lainnya yakni Dr Novel Bin Muhammad Al-Idrus juga memberikan mauidhohhasa hasanah pada para jamaah yang hadir pada malam itu. Ceramahnya berisi tentang umat manusia ditiap abad serta beberapa hal yang bisa merenggangkan kerukunan antar sesama umat beragama.

“Cara agar tetap bisa menjaga kerukunan yaitu dengan tidak melihat dari perbedaannya.Tapi lihatlah dari persamaannya,misalnya umat Islam berkiblat pada arah yang sama,” terang Habib Novel.

Leave a Reply